MANAGEMENT ASMA ( point )

14.44

MANAGEMENT ASTHMA


Apa itu ASMA ?

Asma adalah penyempitan bronkus pada saluran pernapasan akibat adanya hiper reaksi terhadap suatu rangsangan langsung/fisik ataupun tidak langsung dan menyebabkan adanya peradangan

Dikalangan masyarakat luas, asma merupakan hal yang tidak asing. Ironinya, asma belum ditangani secara tepat karena dianggap tidak membahayakan. Karena itulah disamping cara farmakologi, terdapat beberapa cara non farmakologi yang dapat dilakukan untuk melengkapi atau mendukung management  / penanganan asma. 

Apa saja itu ? 

  1. Teknik Pernapasan
  2. Senam Asma
  3. Bronchial Thermoplast
Kita akan mempelajarinya management asma tersebut satu persatu

Teknik Pernapasan

Pelaksanaan : ( terdapat 2 cara )
Pertama
  1. Meletakan kedua telapak tangan didepan dada.
  2. Menarik napas secara perlahan, diikuti dengan menarikan kedua telapak tangan secara perlahan kesamping sampai otot dada terulur kebelakang (dilakukan selama 7 kali)
Kedua
Sama seperti cara yang pertama
Perbedaannya dalam menarik napas dan menarik tangan repetisinya lebih cepat yaitu sekali menarik sekali frekuensi pernapasan

Beberapa hal yang harus diperhatikan :
Intensitas :
       2-4-2 (2 mnt latihan keras, 4 mnt latihan ringan)
       durasi 30 menit frekuensi 3 kali seminggu

q  Syarat :
Tidak dilakukan saat sesak, batuk, serangan asma, serangan jantung, stamina menurun

Senam Asma

Pelaksanaan :
  1. Pemanasan
  2. Latihan inti
  3. Aerobik
  4. Pendinginan
     Latihan Inti :
Latihan Inti A

Menarik napas dan 2 hitungan lebih lama saat mengeluarkan napas (tujuannya bernapas efektif)
Latihan Inti B
Dengan irama ritmis, sehingga otot otot lebih santai dan pernapasan lebih mudah (tujuannya melepaskan ketegangan otot-otot pernapasan)
     Aerobik
bertujuan menghasilkan O2 tinggi sehingga meningkatkan hembusan napas (disesuaikan usia dan kondisi)
     Pendingan
Dilakukan dengan menggerakkan tangan, napas pelan-pelan (tujuannya, mengembalikan otot-otot pada keadaan semula)

Senam teratur berdampak pada berkurangnya frekuensi kekambuhan asma dan tidak mudah lelah. Selain itu dapat menghilangkan rasa panik karena meskipun sesak saat serangan asma tapi telah mengetahui cara mengontrol

 Bronchial Thermoplasty


Pelaksanaan :
Anastesi sekitar 30 menit,  bronkoskop fleksibel dimasukkan ke mulut hingga paru-paru  (ke lokasi yang diinginkan). Kateter dimasukkan melalui bronkoskop. Ujung kateter mengembang, menyentuh dinding saluran pernapasan, lalu energi frekuensi radio dikirim melalui kateter. Terjadi pemanasan (sekitar 149°C) dinding otot polos jalan napas mengakibatkan penipisan otot-otot halus di dinding saluran napas tanpa merusak / menimbulkan jaringan parut.

Hasil :

Kuantitas penyempitan saluran napas akibat kontraksi pada terapi  Bronchial Thermoplasty lebih sedikit dibanding sebelum tindakan, sehingga gejala asma berkurang

Pada remaja, management asma harus memperhatikan lingkungan disekitarnya seperti keluarga, sekolah, teman dan masyarakat. Hubungan sosial sangat mempengaruhi remaja dalam meningkatkan management asma.

Secara keseluruhan, terkait beberapa cara yang dilakukan dalam mengatasi adalah KEPATUHAN terhadap management asma itu sendiri. Management asma dapat dilakukan dengan berbagai cara, baik farmakologi maupun non farmakologi (misalnya teknik pernapasan, senam asma, bronchial thermoplasty) yang dapat saling melengkapi

Daftar Pustaka
  1. Nugroho S. Terapi Pernapasan Pada Penderita Asma. 2008. p. 1–12.
  2. Ns. Elizabeth Ari.,S.Kep.,M.Kes. A. Persepsi Pasien Asma Tentang Efektivitas Senam Asma Dalam Meminimalkan Kejadian Ulang Serangan Asma. p. 1–12.
  3. Handari M. Hubungan Antara Sebelum Dan Setelah Mengikuti Senam Asma Dengan Frekuensi Kekambuhan Penyakit Asma. J Keseshatan Surya Med Yogyakarta. :1–12.
  4. Refaat A, Gawish M. Effect Of Physical Training On Health-Related Quality Of Life In Patients With Moderate And Severe Asthma. Egypt J Chest Dis Tuberc [Internet]. The Egyptian Society of Chest Diseases and Tuberculosis; 2015 Oct [cited 2015 Oct 6];64(4):761–6. Available from: http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S0422763815300352
  5. Almazini P. Bronchial Thermoplasty Pilihan Terapi Baru untuk Asma Berat. TEKNIK. 2012;39(1):63–4.
  6. Araújo A, Rocha RL, Alvim CG. Adolescence and asthma management: the perspective of adolescents receiving primary health care* *Study conducted at Faculdade de Medicina da Universidade Federal de Minas Gerais, Belo Horizonte, MG, Brazil. Rev Paul Pediatr (English Ed [Internet]. Sociedade de Pediatria de São Paulo. Published by Elsevier Editora Ltda. All rights reserved.; 2014 Sep [cited 2015 Oct 6];32(3):171–6. Available from: http://linkinghub.elsevier.com/retrieve/pii/S2359348215300063






You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Like us on Facebook

Flickr Images